Kualitas dari Kasih Tanpa Pamrih

Kasih tanpa pamrih adalah kekuatan yang sangat mengangakat. Kalian harus berusaha menjadi seperti itu, tetapi saya tidak bisa mengajari kalian. Saya tidak bisa. Itu harus dilakukan sendiri. Saya tidak bisa memaksa kalian melakukan kasih tanpa pamrih. Lalu kalian berkata, “OK saya memberi ini dengan kasih tanpa pamrih,” bukanlah seperti itu. Itu harus nyata dan dari hati. Setiap saat, setelah kalian melakukan sesuatu tanpa pamrih, sungguh-sungguh tanpa pamrih, tanpa memikirkan imbalan, hanya untuk memberi manfaat bagi si penerima, maka kalian akan segera mendapatkan suatu pengungkapan atau suatu penglihatan yang baik, suatu ide pencerahan atau sesuatu yang belum pernah diungkapkan kepada kalian sebelumnya. Mungkin berkah atau kegembiraan atau kebahagiaan dari perlindungan Surgawi atau rahmat Surgawi – kalian akan merasakannya.

Saya tidak bisa mengajari kalian. Saya hanya bisa memberitahu kalian untuk menjadi seperti ini, tetapi saya tidak bisa mengajarinya kepada kalian. Itu tergantung karma kalian; itu tergantung pada tekad kalian untuk menjadi baik; itu tergantung tekad kalian untuk mendapatkan berkah yang hilang dari kalian. Jika kalian sungguh-sungguh bertekad, lalu pikiran kalian juga akan berubah secara otomatis, lalu kalian akan menjadi tanpa pamrih pada satu titik. Atau kalian akan menjadi tanpa pamrih dari titik itu lalu hidup kalian akan berubah. Tapi semua ini hanyalah membicarakan tentang kasih tanpa pamrih; saya tidak bisa membantu kalian melakukannya. Saya bahkan tidak bisa memberikan kalian kasih tanpa pamrih ini, karena itu semua milik kalian. Kalian menggunakannya atau tidak; itu terserah pada kalian.

Kasih tanpa pamrih adalah ketika kalian melakukannya tanpa berpikir bahwa kalian tanpa pamrih. Kalian hanya melakukannya secara otomatis dan Surga akan menilainya untuk kalian. Berusahalah untuk menjadi tidak mementingkan diri sendiri pada setiap saat; paling tidak latihlah diri kalian, sehingga suatu hari itu akan menjadi nyata; itu akan menjadi otomatis. Latihlah diri kalian dalam tiap tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri yang kalian bisa; juga kebaikan secara acak seperti yang telah saya katakan kepada kalian. Saya melakukannya bukan karena saya menginginkan berkah dari Surga; saya hanya melakukannya karena itu memberikan kesenangan kepada orang lain. Dan saya merasa apa yang dirasakannya, karena saya bisa mengidentifikasikan diri saya dengan orang itu.

Itu bukanlah sepertinya saya adalah seorang ahli nujum atau saya mempunyai mata ketiga untuk melihat. Bukanlah seperti pengetahuan sejenis itu yang sedang saya bicarakan. Saya hanya tahu segala hal, seperti apa yang dirasakan kasir di toserba sepanjang hari ketika dia menggerakkan tangannya dan kadang-kadang memegang barang yang berat, seperti satu pak besar air mineral atau sebotol besar susu. Dia harus memegangnya, mengscannya dan meletakkannya pada sisi yang lain, lalu kadang-kadang harus mengangkatnya lagi ke dalam kantong plastik untuk seseorang. Atau, dia mengangkat sesuatu ke atas untuk discan dan segalanya; dia melakukannya sepanjang hari. Saya tahu itu. Saya tahu bahwa dia akan merasa kesakitan, tapi tidak setiap orang mengetahui itu, walaupun itu sejelas tangan kalian di sini. Kalian tidak akan mengetahuinya, tetapi saya tahu. Itulah sebabnya saya mengatakan kepada kalian bahwa saya tahu segalanya. Dan saya tahu bagaimana supir taksi merasakan kejemuannya setiap hari demi memberi makan kepada dua orang anak dan membesarkan mereka hingga kuliah. Dan bahkan ibu yang tinggal di rumah membantu beberapa sanak keluarga di Kosovo atau Afrika atau di mana pun dia berasal. Banyak supir taksi yang saya temui adalah orang asing di Eropa. Jadi saya tahu apa yang mereka rasakan. Saya hanya mengetahuinya, dan saya bersimpati dengan orang-orang ini. Itulah sebabnya saya memberitahu kalian bahwa saya tahu segalanya, betapa saya mengasihi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: